INFO-BERITACCTV.COM// Lamongan — Sejumlah warga di wilayah hukum Kabupaten Lamongan, khususnya Kecamatan Sekaran, menyampaikan keprihatinan atas adanya aktivitas kontes aduan ayam yang belakangan ini kembali berlangsung di beberapa titik. Informasi yang beredar di masyarakat
menyebutkan bahwa kegiatan serupa masih direncanakan akan digelar kembali dalam waktu dekat dan masih dirahasiakan Lokasi dan tehnisnya oleh panitia, meskipun sudah mendekati bulan suci Ramadhan.
Dalam pengamatan awak media, kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan dengan
dalih kontes ayam non judi berlevel sekup Provinsi dengan biaya pendaftaran dan hadiah mencapai jutaan rupiah. Kegiatan tersebut terpantau terakhir dilakukan di Desa Kebalankulon Kecamatan Sekaran tanggal / 9/02/2026
dan berdasarkan sumber yang tidak ingin disebut Namanya, dalam dekat ini diduga akan digelar Kembali di wilayah hukum kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut oleh pihak penyelenggara disebut sebagai kontes ayam laga. Namun demikian, sebagian masyarakat menilai aktivitas ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif
di tengah publik, terutama karena dalam praktiknya rawan disalahgunakan sebagai bentuk perjudian. Dari event terakhir yang diselengaraakan juga Nampak banyak anak dibawah umur ikut serta dalam kegiatan tersebut, apalagi dengan isu digelarnya Kembali acara tersebut mendekati bulan suci Ramadhan.
Sementara itu Farid Rohman Hidayat selaku panitia yang Nama, Nomor hanphone serta nomor rekeningnya tertera jelas dalam panflet kegiatan berjudul “Sindikat Jawara Cup” tersebut saat dikonfirmasi via whatsapp dua hari sebelum event tgl 18/02/2026
Menyatakan “lokasinya di Sekaran mas, Kebalan kulon.” Akan tetapi saat disinggung masalah legal ijin farid hanya menjawab “wonten nopo mas?” setelah Kembali diingatkan harus ada ijin lengkap farid memungkas percakapan dengan “ Oohh Ngoten to mas” menutup percakapan dan even lanjut digelar.
Disisi lain, Subari ketua LSM GMAS
Menyayangkan hal tersebut, “kami menilai pertanyaan kami sangat wajar tapi tidak disambut kooperatif oleh panitia” tutur Bari.
“Warga sekitar mengaku merasa tidak nyaman dan resah, bukan hanya karena potensi gangguan ketertiban umum, tetapi juga karena kegiatan tersebut dinilai kurang sejalan dengan suasana sosial dan keagamaan menjelang Ramadhan, apalagi jika memang benar disalah gunakan untuk judi” pungkasnya.
“Masyarakat berharap agar pihak-pihak terkait, khususnya aparat keamanan, dapat memberikan perhatian dan melakukan langkah-langkah antisipatif sesuai kewenangan yang dimiliki. Klarifikasi, pengawasan, serta penilaian terhadap kegiatan tersebut dinilai penting guna memastikan tidak terjadi pelanggaran aturan serta menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan” tutur salah satu warga kecamatan Sekaran yang tidak Ingin Namanya disebukan saat dimintai keerangan oleh awak media.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi mengenai status perizinan kegiatan kontes aduan ayam tersebut yang diduga akan digelar Kembali dalam waktu dekat ini. Tidak ada panflet yang dimunculkan tapi santer kabar terdengar event tesebut Kembali digelar secara tertutup. Informasi terkuat event tersebut akan berlangsung di wilayah Sukodadi. (Tim/Cctv)













